Katanya, orang Cina percaya kalau jodoh kita itu udah ada benang merahnya di jari kelingking kita. Well, saya bukan orang Cina sih tapi kalau denger kata-kata itu saya suka ketawa-ketawa sendiri wondering siapa yg ada diujung benang merah saya itu.
Dari zaman kita kecil, kita udah mengkonsumsi kisah cinta-cintaan. Sebut aja dongeng-dongeng macam Cinderella atau Snow White, semuanya kisah yang membuat kita wondering siapa ya pangeran tampan di luar sana yang akan mencium kita dengan manisnya itu? Dan sampai kita tumbuh besar, dongeng-dongeng itu tetap meninggalkan kesan manis di setiap otak dan pikiran kita. Walaupun kita udah mulai mikir kalau dongeng-dongeng itu naif banget, dan sebagai gantinya kita mengkonsumsi drama-drama percintaan ala Hollywood yang lebih dewasa dan lebih masuk di akal. Yup, drama-drama itu mengatur ulang tentang cinta di otak kita. Percaya nggak percaya, kita menghadapi kisah cinta kita terkadang base-nya dari drama-drama percintaan itu.
Pernah nggak berpikir kalau ternyata cowok yang nggak sengaja ketemu di lift itu ternyata orang yang akan jadi suami kita kelak?
Kalau saya sih menatap wallpaper iPhone terus wondering 'jangan-jangan kita jodoh, Tsuyo~' hahaha seringnya, saat berada di pusat keramaian saya wondering, kira-kira calon suami saya ada disini nggak ya? Ujung-ujungnya sih saya mulai memicingkan mata mencari pria tampan dan berharap dia jodoh saya :p
Misteri illahi itu luar biasa ya!? selalu bisa membuat kita berharap dan berdoa serta berusaha untuk mengetahuinya. Kadang kalau inget cerita tentang mantan pacar saya, saya suka lucu sendiri. Kenalnya udah lama tapi jadiannya baru beberapa tahun kemudian atau kalau tiba-tiba dekat dengan seseorang yang udah lama dikenal, rasanya agak aneh dan pertanyaannya selalu sama 'kok baru sekarang?', tapi ya bgitulah misteri illahi. Kita nggak pernah tahu kapan, mengapa, apa, dimana, bagaimana semua itu bisa terjadi.
Beberapa minggu lalu saya baru dapet kabar dari sahabat saya kalau dia akan menikah sama pacarnya yang baru mau setahun dipacarin. WOW! itu waktu itu yang ada di kepala saya. Selanjutnya saya langsung 'Gawat! harus segera cari pacar! sebelum kesepian' XD. Waktu saya tanya seberapa yakin dia akan menikah dengan pacarnya, dia jawab 'yakin' dengan nada datar dan lagi-lagi saya WOW!
Funny how love is.. katanya keyakinan itu bisa dateng kapan aja saat kita sudah menemukan "seseorang".
Kalau untuk saat ini saya belum memikirkan soal pernikahan. Buat saya itu masih nanti dulu, saya masih mau berkarier dulu tapi sepertinya sekarang harus mulai mencari pacar supaya nanti tahun depan sahabat saya nikah, saya nggak dateng sendiri *lho.
Saat saya ngetik ini pagi-pagi setelah sahur, jodoh saya sedang apa ya? lagi tidurkah? lagi siap-siap mau olahragakah? lagi dimanakah? tampankah? baikkah? apa dia juga sedang berpikir seperti yang saya pikirkan?
Si mama semalem bilang sama saya,
Jangan takut untuk jatuh cinta dan jangan takut untuk sakit hati, kalau sakit hati nanti juga akan sembuh.
Sampai saya peluk lho si mama pas dia bilang itu. Saya nggak butuh kata-kata 'semangat', 'berjuang', atau 'lupakan'. Kata-kata si mama itulah yang saya butuhkan. Kata-kata yang mendukung tapi pada akhirnya mengembalikannya kepada kita sendiri. Semua pilihan yang ada di depan mata, bisa kita pilih dengan sesuka hati tapi kita harus sadar kalau pilihan-pilihan tersebut mempunyai konsekuensinya masing-masing. Setiap konsekuensi itu akan jadi pelajaran untuk kita lebih dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan dalam hidup ini.
Sama halnya dengan jodoh. Jangan takut dan jangan ragu untuk membuka hati kepada orang yang kita sukai. Semakin takut kita untuk jatuh cinta, semakin kita menjauh dari jodoh tersebut. Karena jodoh bisa dateng kapan aja dan dimana aja. Tuhan cuma memberikan pilihan-pilihannya dan kitalah yang pada akhirnya memilih si jodoh itu. Jangan juga untuk takut sakit hati karena sakit hati yang kita dapet akan jadi pendewasaan diri kita untuk nggak mengulang kesalahan yang telah kita lakuin dan akan memberikan kita jalan menuju jodoh terbaik.
so.. mari kita telusuri siapa yang berada di ujung benang merah tersebut :)